Sabtu, 01 November 2008

pengamenbis pert 3 - Mengelola Dalam Sebuah Lingkungan Global

TwitThis
MENGELOLA DALAM SEBUAH LINGKUNGAN GLOBAL

Tugas 1

Pertemuan 3

1. Sebutkan dan jelaskan aliansi perdagangan regional yang Saudara ketahui, dan apa maksud tujuan dengan dibentuknya aliansi-aliansi perdagangan tersebut??

 Uni Eropa

Didirikan pada February tahun 1992 yang terdiri dari 12 negara yaitu Belgia, Denmark, Prancis, Yunani, Irlandia, Italia, Luxemburg, Belanda, Portugal, Spanyol, Inggris dan Jerman. Namun seiring perkembangan anggota dari Uni Eropa bertambah dan sejak tanggal 1 January 2007 anggota UE telah mencapai 27 negara anggota.
Uni Eropa mulanya dibangun oleh 6 negara(Jerman, Perancis, Benelux, Itali) denga tujuan aslinya yaitu mengatasi birokrasi hubungan dagang antara para anggota dalam perang dingin. Jaman dahulu memang hanya urusan dagang, Sebab dalam bidang politik masih harus mencapai stabilisasi sesudah perang dunia ke II. Sekarang umur sudah lanjut dan memerlukan perkembangan yang dahsyat terutama kalau perdagangan tergantung dari kegiatan politik. Politik energi, lingkungan hidup, sosial, keamanan.
Uni Eropa terdiri dari beberapa negara, yaitu:
1. Swedia (sejak 1 Januari 1995)
2. Finlandia (sejak 1 Januari 1995)
3. Estonia (sejak 1 Mei 2004)
4. Latvia (sejak 1 Mei 2004)
5. Lituania (sejak 1 Mei 2004)
6. Polandia (sejak 1 Mei 2004)
7. Denmark (sejak 1973)
8. Jerman (sejak permulaan)
9. Belanda (sejak permulaan)
10. Belgia (sejak permulaan)
11. Luksemburg (sejak permulaan)
12. Irlandia (sejak 1973)
13. Britania Raya (sejak 1973)
14. Perancis (sejak permulaan)
15. Portugal (sejak 1986)
16. Spanyol (sejak 1986)
17. Italia (sejak permulaan)
18. Malta (sejak 1 Mei 2004)
19. Austria (sejak 1 Januari 1995)
20. Slovenia (sejak 1 Mei 2004)
21. Republik Ceko (sejak 1 Mei 2004)
22. Slowakia (sejak 1 Mei 2004)
23. Hongaria (sejak 1 Mei 2004)
24. Yunani (sejak 1981)
25. Siprus selatan (sejak 1 Mei 2004)
26. Bulgaria (sejak 1 Januari 2007)
27. Rumania (sejak 1 Januari 2007)
Kroasia kelak akan jadi anggota pula. Status Turki masih belum jelas.
Kebijakan utama
Dari pergantian namanya dari "Masyarakat Ekonomi Eropa" ke "Masyarakat Eropa" hingga ke "Uni Eropa" menandakan bahwa organisasi ini telah berubah dari sebuah kesatuan ekonomi menjadi sebuah kesatuan politik. Kecenderungan ini ditandai dengan meningkatnya jumlah kebijakan dalam UE.
Gambaran peningkatan pemusatan ini diimbangi oleh dua factor, yaitu :
1. beberapa negara anggota memiliki beberapa tradisi domestik pemerintahan regional yang kuat. Hal ini menyebabkan peningkatan fokus tentang kebijakan regional dan wilayah Eropa. Sebuah Committee of the Regions didirikan sebagai bagian dari Perjanjian Maastricht.
2. kebijakan UE mencakup sejumlah kerja sama yang berbeda antara lain :
• Pengambilan keputusan yang otonom
negara-negara anggota telah memberikan kepada Komisi Eropa kekuasaan untuk mengeluarkan keputusan-keputusan di wilayah-wilayah tertentu seperti misalnya undang-undang kompetisi, kontrol Bantuan Negara dan liberalisasi.
• Harmonisasi
hukum negara-negara anggota diharmonisasikan melalui proses legislatif UE, yang melibatkan Komisi Eropa, Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa. Akibat dari hal ini hukum Uni Eropa semakin terasa hadir dalam sistem-sistem negara anggota.
• Ko-operasi
negara-negara anggota, yang bertemu sebagai Dewan Uni Eropa sepakat untuk bekerja sama dan mengkoordinasikan kebijakan-kebijakan dalam negeri mereka.
Kebijakan eksternal
• Suatu tarif eksternal bersama bea cukai, dan posisi yang sama dalam perundingan-perundingan perdagangan internasional.
• Pendanaan untuk program-program di negara-negara calon anggota dan negara-negara Eropa Timur lainnya, serta bantuan ke banyak negara berkembang melalui program Phare and Tacis-nya.
• Pembentukan sebuah pasar tunggal Masyarakat Energi Eropa melalui Perjanjian Komunitas Energi Eropa Tenggara

Kerja sama dan harmonisasi di wilayah-wilayah lain
• Kebebasan bagi warga UE untuk ikut memilih dalam pemilihan pemerintahan setempat dan Parlemen Eropa di negara anggota manapun juga.
• Kerja sama dalam masalah-masalah kriminal, termasuk saling berbagi intelijen (melalui EUROPOL dan Sistem Informasi Schengen), perjanjian tentang definisi bersama mengenai kejahatan dan prosedur-prosedur ekstradisi.
• Suatu kebijakan luar negeri bersama sebagai sebuah sasaran masa depan, namun demikian hal ini masih lama baru akan terwujud. Pembagian antara negara-negara anggota (dalam surat delapan) dan anggota-anggota yang saat itu belum bergabung (dalam surat Vilnius) pada saat penyerbuan Irak 2003 menyoroti seberapa jauh sasaran ini berada di depan sebelum ia dapat menjadi kenyataan.
• Suatu kebijakan keamanan bersama sebagai suatu sasaran, termasuk pembentukan Satuan Reaksi Cepat Eropa dengan 60.000 anggota untuk maksud-maksud memelihara perdamaian, seorang staf militer UE dan sebuah pusat satelit UE (untuk maksud-maksud intelijen).
• Kebijakan bersama tentang asilum dan imigrasi.
• Pendanaan bersama untuk penelitian dan pengembangan teknologi, melalui Rancangan Program untuk Penelitian dan Pengembangan Teknologi selama empat tahun. Rancangan Program Keenam berlaku dari 2002 hingga 2006.

 NAFTA ( North American Free Trade Agreement)

Pada tanggal 12 Agustus 1992, dengan sejumlah persetujuan atas berbagai masalah penting, maka pemerintah Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat menciptakan NAFTA (North American Free Trade Agreement ) untuk menciptakan blok ekonomi yang luas.
Tujuan dari NAFTA adalah penghapusan hambatan perdagangan bebas ( tarif, persyaratan izin import, tarif pengguna bea masuk ) untuk memperkuat kekuatan ekonomi ketiga negara tesebut.





 ASEAN ( Association of Southeast Asian Nations) & AFTA (ASEAN Free Trade Area)

ASEAN merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

ASEAN didirikan oleh lima negara pemrakarsa, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand di Bangkok melalui Deklarasi Bangkok. Menteri luar negeri penanda tangan Deklarasi Bangkok kala itu ialah Adam Malik (Indonesia), Narciso R. Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand).

Brunei Darussalam menjadi anggota pertama ASEAN di luar lima negara pemrakarsa. Brunei Darussalam bergabung menjadi anggota ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984 (tepat seminggu setelah memperingati hari kemerdekannya). Sebelas tahun kemudian, ASEAN kembali menerima anggota baru, yaitu Vietnam yang menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. Dua tahun kemudian, Laos dan Myanmar menyusul masuk menjadi anggota ASEAN, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997. Walaupun Kamboja berencana untuk bergabung menjadi anggota ASEAN bersama dengan Myanmar dan Laos, rencana tersebut terpaksa ditunda karena adanya masalah politik dalam negeri Kamboja. Meskipun begitu, dua tahun kemudian Kamboja akhirnya bergabung menjadi anggota ASEAN yaitu pada tanggal 16 Desember 1998.

Negara baru Timor Leste, yang dulunya merupakan sebuah provinsi Indonesia, terpaksa harus puas dengan hanya mendapatkan status pemerhati (observer) dalam ASEAN. Itupun setelah menuai protes dari berbagai negara ASEAN yang tidak mendukung masuknya Timor Leste ke ASEAN, atas dasar rasa hormat kepada Indonesia. Myanmar, terutama, menentang pemberian status observer kepada Timor Leste karena dukungan Timor Leste terhadap pejuang pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi.

Sejak kemerdekaan Timor Leste pada Mei 2002, ASEAN telah banyak membantu Timor Leste. Timor Leste telah diundang untuk hadir dalam beberapa pertemuan ASEAN. Meskipun begitu, Timor Leste masih tetap berstatus observer. Mantan Menlu Timor Leste yang sekarang menjadi Presiden, Ramos Horta, pernah menyatakan tidak berminat menjadi anggota ASEAN, karena Timor Leste dinilai bukan negara Asia (Tenggara), melainkan negara Pasifik atau Australia. Berbeda dengan rekannya Xanana Gusmao yang menyatakan bahwa akan lebih menguntungkan bagi Timor Leste apabila berafiliasi dengan ASEAN dibandingkan dengan apabila bergabung dengan Pacific Islands Forum.

Perkembangan terakhir mengindikasikan bahwa Timor Leste sangat berminat untuk menjadi anggota ASEAN. Bahkan Kementerian Luar Negeri Timor Leste telah menargetkan bahwa Timor Leste akan menjadi anggota ASEAN sebelum tahun 2012, hal ini sangat di dukung oleh pemerintah Indonesia juga negara-negara anggota ASEAN lainnya seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura dan lain-lain.

Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Negara-negara anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan November.

AFTA adalah sebuah persetujuan oleh ASEAN mengenai sektor produksi lokal di seluruh negara ASEAN.
Ketika persetujuan AFTA ditandatangani resmi, ASEAN memiliki enam anggota, iaitu, Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Vietnam bergabung pada 1995, Laos dan Myanmar pada 1997 dan Kamboja pada 1999. AFTA sekarang terdiri dari sepuluh negara ASEAN. Keempat pendatang baru tersebut dibutuhkan untuk menandatangani persetujuan AFTA untuk bergabung ke dalam ASEAN, namun diberi kelonggaran waktu untuk memenuhi kewajiban penurunan tarif AFTA.
Tujuan
• Meningkatkan daya saing ASEAN sebagai basis produksi dalam pasar dunia melalui penghapusan bea dan halangan non-bea dalam ASEAN
• Menarik investasi asing langsung ke ASEAN
Mekanisme utama untuk mencapai tujuan di atas adalah skema "Common Effective Preferential Tariff" (CEPT).
Anggota ASEAN memiliki pilihan untuk mengadakan pengecualian produk dalam CEPT dalam tiga kasus:
• pengecualian sementara
• Produk pertanian sensitif
• pengecualian umum (Sekretariat ASEAN, 2004)

 WTO ( World Trade Organization )

WTO (World Trade Organization) adalah organisasi internasional yang mengawasi banyak persetujuan yang mendefinisikan "aturan perdagangan" di antara anggotanya (WTO, 2004a). Didirikan pada 1 Januari 1995 untuk menggantikan GATT, persetujuan setelah Perang Dunia II untuk meniadakan hambatan perdagangan internasional. Prinsip dan persetujuan GATT diambil oleh WTO, yang bertugas untuk mendaftar dan memperluasnya.
WTO merupakan pelanjut Organisasi Perdagangan Internasional (ITO, International Trade Organization). ITO disetujui oleh PBB dalam Konferensi Dagang dan Karyawan di Havana pada Maret 1948, namun ditutup oleh Senat AS (WTO, 2004b).
WTO bermarkas di Jenewa, Swiss. Direktur Jendral sekarang ini adalah Pascal Lamy (sejak 1 September 2005). Pada Juli 2008 organisasi ini memiliki 153 negara anggota. Seluruh anggota WTO diharuskan memberikan satu sama lain status negara paling disukai, sehingga pemberian keuntungan yang diberikan kepada sebuah anggota WTO kepada negara lain harus diberikan ke seluruh anggota WTO (WTO, 2004c).
Pada akhir 1990-an, WTO menjadi target protes oleh gerakan anti-globalisasi.
WTO memiliki berbagai kesepakatan perdagangan yang telah dibuat, namun kesepakatan tersebut sebenarnya bukanlah kesepakatan yang sebenarnya. Karena kesepakatan tersebut adalah pemaksaan kehendak oleh WTO kepada negara-negara untuk tunduk kepada keputusan-keputusan yang WTO buat. Privatisasi pada prinsip WTO memegang peranan sungguh penting. Privatisasi berada di top list dalam tujuan WTO. Privatisasi yang didukung oleh WTO akan membuat peraturan-peraturan pemerintah sulit untuk mengaturnya. WTO membuat sebuah peraturan secara global sehingga penerapan peraturan-peraturan tersebut di setiap negara belum tentulah cocok. Namun, meskipun peraturan tersebut dirasa tidak cocok bagi negara tersebut, negara itu harus tetap mematuhinya, jika tidak, negara tersebut dapat terkena sangsi ekonomi oleh WTO. Negara-negara yang tidak menginginkan keputusan-keputusan yang dirasa tidak fair, tetap tidak dapat memberikan suaranya. Karena pencapaian suatu keputusan dalam WTO tidak berdasarkan konsensus dari seluruh anggota. Merupakan sebuah rahasia umum bahwa empat kubu besar dalam WTO (Amerika Serikat, Jepang, Kanada, dan Uni Eropa) lah yang memegang peranan untuk pengambilan keputusan. Pertemuan-pertemuan besar antara seluruh anggota hanya dilakukan untuk mendengarkan pendapat-pendapat yang ada tanpa menghasilkan keputusan. Pengambilan keputusan dilakukan di sebuah tempat yang diberi nama “Green Room.” Green Room ini adalah kumpulan negara-negara yang biasa bertemu dalam Ministerial Conference (selama 2 tahun sekali), negara-negara besar yang umumnya negara maju dan memiliki kepentingan pribadi untuk memperbesar cakupan perdagangannya. Negara-negara berkembang tidak dapat mengeluarkan suara untuk pengambilan keputusan.



2. Beberapa pendekatan digunakan oleh para manajer untuk mengelola perusahaan di lingkungan global. Sebutkan dan jelaskan pendekatan yang digunakan untuk mengelola bisnis global tersebut??

- Mengekspor
Pendekatan yang menjadi global dengan cara membuat produk di dalam negeri dan menjual ke luar negeri.
- Mengimpor
Pendekatan untuk menjadi global dengan cara menjual produk dari negara lain di dalam negeri.
- Melakukan Lisensi
Pendekatan untuk menjadi global oleh organisasi pabrikan yang meliputi memberikan kepada organisasi lain hak untuk menggunakan merk, teknologi, atau spesifikasi produk anda.
- Pewaralabaan
Pendekatan untuk menjadi global oleh organisasi jasa yang meliputi memberikan kepada organisasi lain hak untuk menggunakan merk, teknologi dan juga spesifikasi produk anda. Sama seperti melakukan lisensi.
- Aliansi Strategi
Pendekatan untuk menjadi global dengan melibatkan kemitraan antara organisasi tertentu dengan perusahaan asing di mana keduanya berbagi sumber daya dan pengetahuan guna mengembangkan produk baru atau membangun fasilitas produksi.
- Usaha Patungan
Pendekatan untuk menjadi global yang merupakan aliansi strategis tertentu di mana rekannya setuju untuk membentuk organisasi yang terpisah dan independen untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.
- Anak Perusahaan Luar Negeri
Pendekatan untuk menjadi global yang mencakup investasi langsung di negara asing dengan mencirikan fasilitas produksi atau kantor yang terpisah atau independen.

3. Dalam mengelola perusahaan di lingkungan global terdapat lingkungan yang harus dipahami oleh para manajer global. Sebutkan dan jelaskan lingkungan yang harus dipelajari dan dipahami tersebut??

1. Lingkungan Politik dan Hukum
Lingkungan politik dan hukum di suatu negara berpengaruh terhadap perekonomian negara tersebut. Karena lingkungan politik dan hukum yang stabil di suatu negara akan mengundang para investor untuk masuk dan menanamkan modal atau berinvestasi di negara tersebut. Contohnya Amerika, dengan sistem politik yang stabil, ekonomi di negara tersebut juga meningkat. Berbeda dengan Indonesia, Indonesia yang memiliki sistem politik dan hukum yang kurang stabil membuat para investor ragu – ragu dan berpikir panjang untuk menanamkan modal di Indonesia. Setiap Pemilu, pemilihan umum, kebijakan politik di Indonesia pun mempengaruhi segala sektor bidang termasuk juga perekonomian. Dan sistem pertahanan atau hukum di Indonesia kurang sehingga para investor takut bila perusahaan yang didirikan menjadi tidak aman dan akan rugi bila terjadi suatu kerusuhan ataupun perampokan.

2. Lingkungan Ekonomi
Lingkungan Ekonomi harus sangat diperhatikan oleh seorang manajer. Seorang manajer harus mengetahui sistem perekonomian di negara tersebut apakah Sistem Ekonomi Komando atau Sistem Ekonomi Liberal. Sehingga manajer tahu apa yang akan dilakukan dengan sistem ekonomi tersebut. Selain mengetahui sistem ekonomi di negara tersebut, seorang manajer juga harus mengetahui tingkat pertukaran mata uang, tingkat inflasi, dan beragam kebijakan pajak sehingga bisa menekan biaya atau pengeluaran dari perusahaan.

3. Lingkungan Budaya
Seorang manajer harus mengetahui lingkungan budaya yang mereka hadapi. Lingkungan budaya di setiap negara berbeda – beda, seperti contohnya Meksiko yang memiliki kebiasan membuat suatu pesta bulanan di sekitar tempat parkir untuk semua karyawan dan keluarga para karyawan. Namun seorang manajer menganggap hal itu merupakan sesuatu yang menbuang-buang waktu dan uang. Hal itu membuat para pekerja di Meksiko berpikir bahwa perusahaan sudah tidak memikirkan keluarga mereka lagi. Dan akhirnya perusahaan membuat pesta tersebut kembali setelah ditiadakan. Dan hal itu membuat jumlah produktivitas dan moral pekerja meningkat.
Dari contoh tersebut, maka seorang manajer harus mengetahui budaya kerja di suatu negara sehingga bisa meningkatkan produktivitas di perusahaan tersebut.

4. Menurut Saudara apakah negara kita sudah siap untuk bergabung dalam kelompok AFTA? Jelaskan.

Kurang siap,
karena pemerintah tampaknya belum benar-benar menyadari segala konsekuensi dari pilihan terhadap paham pasar bebas, pemerintah seolah yakin bahwa pilihannya memang tepat. Karena itu, berkali-kali pemerintah menegaskan, Indonesia tidak akan pernah menarik langkah mundur dari gelanggang bernama pasar bebas itu. Namun di sisi lain, kalangan dunia usaha pun tampak pesimistis serta kurang percaya diri menghadapi berlakunya AFTA.

by: Richi Becker

0 comments:

Posting Komentar

 

Twitter Blog Templates © Copyright by http://AF-binus.blogspot.com
BiNusian Sharing Blog
| Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks